APA KABAR LITERASI MEMBACA DI INDONESIA

Kenapa membaca kurang digemari di negara kita ? padahal membaca banyak sekali manfaatnya tetapi masih saja enggan melakukannya.berdasarkan penelitian PISA menunjukkan rendahnya tingkat literasi Indonesia dibanding negara-negara di dunia. Ini adalah hasil penelitian terhadap 72 negara. Respondennya adalah anak-anak sekolah usia 15 tahun, jumlahnya sekitar 540 ribu anak 15. Sampling error-nya kurang lebih 2 hingga 3 skor.

Indonesia berada pada ranking 62 dari 70 negara yang disurvei (bukan 72 karena 2 negara lainnya yakni Malaysia dan Kazakhstan tak memenuhi kualifikasi penelitian). Indonesia masih mengungguli Brazil namun berada di bawah Yordania. Skor rata-rata untuk sains adalah 493, untuk membaca 493 juga, dan untuk matematika 490. Skor Indonesia untuk sains adalah 403, untuk membaca 397, dan untuk matematika 386.dari data tersebut dapat disimpulkan betapa tingkat rendahnya literasi membaca di Indonesia.jika kita menengok generasi sebelumnya,kakek dan nenek kita lebih bisa menghargai sebuah buku,menulis,dan belajar ilmu pengetahuan daripada generasi sekarang.sehingga dapat dikatakan bahwa Indonesia sekarang ini sedang berada pada kriris literature membaca.menurut data dari UNESCO,keinginan membaca masyarakat Indonesia sekitar 0,001% artinya setiap 1000 orang,hanya satu yang memiliki minat baca.

terus bagaimana sih menjadikan membaca sebagai otomasi gaya hidup masyarakat Indonesia. ?

Pertama, jadikan kebiasaan (habitual) dan menulis.apapun itu jika dilakukan setiap hari atau waktu maka akan terbiasa.mengapa di Finlandia dapat dijadikan kiblat untuk bidang pendidikan ? salah satunya adalah mewajibkan siswa membaca dan dituangkan ke dalam bebntuk tulisan sesuai bahasa mereka sendiri-sendiri.denagn begitu para sisiwa dapat berfikir secara baik.

Kedua,hilangkan pandangan bahwa yang perlu membaca adalah anak yang sekolah.masyarakat di Indonesia sudah sangat akrab jika yang belajar atau membaca itu hanya anak yang masih sekolah padahal belajar dan membaca tidak ada batasan usianya.

Ketiga,ciptakan literasi yang ramah di kantong untuk semua orang.dengan begitu siapapun dapat membeli buku dengan harga yang terjangkau.

Keempat,ajak anak ke toko buku.salah satu jalan-jalan yangbermanfaat adalah di iringi edukasi di jalan-jalan tersebut.dengan pergi ke suatu took buku maka orang tua dapat mengetahui hobi yang di baca anak melalui buku tersebut.saat ini banyak buku-buku yang bertema anak-anak misalnya komik,novel,cerpen hingga buku pelajaran yang di kemas sangat menarik dan ramah anak.maka dengan demikian dapat dijadikan kebiasaan liburan bersama orang tua yang mengedukasi.

Kelima,pilih buku yang menarik. Banyak sekali buku-buku yang sudah di terbitkan yang sesuai dengan minat dan bakat kita yang ingin kita baca. Dengan begitu maka tingkat literasi membaca Indonesia akan naik.

Terus gimana kalo kita membaca dari internet apakah itu data yang tersaji bisa dipertanggungjawabkan ? atau sama dari buku-buku yang lain dengan topik yang sama? Mari kita ulas.

Mungkin di zaman yang sekarang teknologi semakin maju dan informasi yang begitu banyak dan kemudian di share dari satu orang ke orang lain bisa saja hoax atau memang fakta adanya karena informasi yang datang tidak bisa di bnedung atau di tolak.saking banyknya informasi yang banyak sekali di era sekarang ini dapat dikatakan sebagai tsunami informasi.mengapa dikatakan tsunami informasi ? karena di media-media se00perti media elektronik,media cetak,media sosial,hingga iklan-iklan di internet.jika masyarakat yang membaca informasi tersebut tidak kritis maka kita akan terbawa arus informasi tersebut yang bisa saja berita bohong. Saat ini memng sulit untuk membedakan berita atau informasi yang benar atau salah, mana yang biasa saja tanpa ada imbuhan yang berlebihan dan mana yang berlebihan dalam membuat informasi atau berita tersebut.

Lalu bagaimanakah cara yang dilakukan agar informasi tersebut bisa dibilang valid ?

Pertama, melakukan riset lebih lanjut. Misal jika informasi tersebut menyebutkan nama sumber informasi maka telusuri juga sumber tersebut.

Kedua,membandingkan sumber-sumber lain yang sejenis.dengan memlakukan perbandingan maka dapat meminimalisasi informasi yang tersebar di masyarakat.

Ketiga,mengakses dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan atau kredibilitas.dengan kejelasan sumber maka kita dapat melakukan validasi informasi dan siapa yang bertanggungjawab atas beredarnya informasi tersebut.

Mungkin hanya cara itu yang bisa saya berikan atau dengan cara lain yang pembaca mungkin  ketahui bisa komen di bawah agar kita saling mengetahui atau bertukar informasi yang sangat bermanfaat ini dan jangan lupa membiasakan berpikir kritis terhadap apa saja informasi yang di peroleh.

Konsekuensi dari era digital memnag sangat banyak tapi di lain sisi begitu banyak juga manfaat yang bisa kita peroleh selagi kita bijak dalam menggunakannya.untyuk itu di perlukan penelusuran lebih lanjut agar apa yang kita dapat tidak hanya berita bohong saja.

Mungkin itu yang bisa saya berikan.mulai dari kita terlebih dahulu dan jangan pernah menyerah untuk menjadi inspirasi buat orang lain.

Salam literasi.

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *