Tak Puas Hanya Dengan Kami (Bukan) Sarjana Kertas

quotes

Tak Puas Hanya Dengan Kami (Bukan) Sarjana Kertas

Hai readers, kembali lagi dengan saya mimin si kepo, kali ini mimin hadir dengan berita yang mungkin sedang hangat-hangatnya dan masih diperbincangkan oleh para pecinta novel fiksi. Yaaa… siapa yang tidak kenal dengan Jombang Santani Khairen atau yang kita kenal dengan sebutan J.S Kahiren, penulis yang baru saja menjadi bapak muda berdarah minang ini telah sukses menyihir para kutu buku dengan novelnya yang berjudul Kami (Bukan) Sarjana Kertas. Novel dengan cover berwarna kuning yang langsung akan membuat seluruh mata tertuju padanya di toko buku pada rak Best Seller, kini sudah terbit sequel dari novel tersebut dengan judul Kami (Bukan) Jongos Berdasi, yang siap kembali menggegerkan dunia fiksi. 

Pada karya sebelumnya ia menyajikan bagaimana antara komedi dan ironi, yang berkaitan dengan kondisi pendidikan di negeri ini. Berlatar belakang di sebuah kampus bernama Kampus UDEL, mereka sejumlah mahasiswa yang tidak mengerti dengan keadaan yang sedang dihadapinya yang mungkin akan mengancam mereka hanya menjadi seorang sarjana di atas kertas. Pada novel kedua ini ia menceritakan bagaimana kelanjutan perjuangan ketujuh tokoh yang ada pada novel sebelumnya, keadaan mereka dalam kehidupan nyata yang jauh lebih kejam daripada saat mereka masih berada di bangku kuliah dulu. 

D:18.01.4177kami-bukan-jongos-berdasi-220x317.jpg

Ulasan pada novel sequel ini akan lebih terasa seru karena jika dilihat dari banyaknya peminat yang menginginkan untuk segera diterbitkan dan mengikuti pre-order tidaklah sedikit. Tidak hanya karena si penulis ini memiliki tampang rupawan, tetapi juga karena banyak dari mereka yang penasaran bagaimana kelanjutan kisahnya. Banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari apa yang sudah dikisahkan kepada pembaca, nilai pendidikan yang patut untuk dibaca mulai dari usia 15 tahun hingga orang tua. Memberikan inspirasi bagi kaum muda untuk lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan hidup, memberikan pencerahan kepada para orang tua untuk tidak memaksakan kehendak anaknya, karena ukuran sukses untuk seseorang tidak bisa disamaratakan dan tidak di waktu yang bersamaan. Setiap orang sudah memiliki garis hidupnya masing-masing di waktu yang tepat bagi dirinya. 

Nah, untuk kalian yang penasaran dengan lanjutan kisah ketujuh mahasiswa Kampus UDEL langsung saja serbu di toko-toko buku terdekat, atau bisa juga dengan membeli melalui online di website bukubukularis.com, buku setebal 420 halaman ini bisa dengan mudah didapatkan hanya dengan harga Rp79.200. Tunggu apalagi nih… mumpung masih anget, atau yang belum baca buku pertamanya bisa juga sekalian dibeli. Apalah artinya sejumlah uang jika dibandingkan dengan hasil yang didapat, tidak ada ruginya untuk menginvestasikan uang demi kehidupan yang lebih baik. Karena J.S Khairen pernah mengatakan bahwa, “Menulis adalah membuat peradaban, dan membaca adalah membangun peradabannya”, jadi untuk membangun peradaban yang lebih baik bacalah literatur yang berkualitas. Mimin tunggu respon dari kalian nih. Salam Literasi! 


Twitter


Google-plus

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *